BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Di masa sekarang ini, merokok merupakan
suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat
memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan
dampak buruk bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Masa
remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu
tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat,
pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah.
Pada dasarnya
merokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan tetapi masyarakat khususnya kaum
remaja banyak mengkonsumsi rokok sebagai kebutuhan pokok. Dalam hal ini sepertinya
antara rokok dengan masyarakat tidak dapat di pisahkan,padahal mereka
mengetahui tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Akan tetapi mereka menganggap
remeh akan bahaya merokok. Berbagai pihak sudah
sering mengeluhkan ketidak nyamanannya ketika berdekatan dengan orang yang
merokok, terbukti bahwa bahaya merokok bukan saja milik perokok tetapi juga
berdampak pada orang - orang di sekelilingnya. Saat ini bukan hanya orang
dewasa saja yang aktif merokok namun sudah banyak terlihat anak - anak dengan
seragam SMP bahkan SD mulai merokok di kota - kota besar di indonesia termasuk
di Universitas Pamulang.
Berbagai kandungan zat yang terdapat di
dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya, masalah ini
masih sulit diselesaikan hingga saat ini. Berbagai dampak dan bahaya merokok
sebenarnya sudah dipublikasikan kepada masyarakat, namun kebiasaan merokok
masyarakat masih sulit untuk dihentikan, terbukti dari data WHO pertumbuhan
rokok di Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun. Dalam rokok
terkandung tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan
ini terdiri komponen gas (85%) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida,
nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid,
urethan, benzen, methanol, kumarin,4-etilkatekol, ortokresol, dan perylene
adalah sebagian dari beribu ribu zat di dalam rokok.Bahkan
sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko
kesehatan yang lebih tinggi daripada para perokok itu sendiri.
Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru mengancam para
perokok, baik perokok aktif maupun
pasif.
Rokok merambah di semua lapisan masyarakat,
kaya atau miskin, tua atau muda, mulai dari orang dewasa hingga generasi muda
dan pelajar. Padahal dalam bisnis rokok yang sebenarnya rokok diciptakan hanya
untuk kalangan dewasa yang memilih untuk merokok ataupun tidak. Tetapi dalam
realitas sesungguhnya rokok tidak hanya digemari oleh kalangan dewasa tetapi juga
oleh kalangan mahasiswa bahkan anak-anak. Yang lebih memprihatinkan para mahasiswa
ini dapat secara cepat menjadi tergantung kepada rokok, dan mereka akan semakin
menyukai rokok.. Para perokok
pemula biasanya merokok di usia remaja dengan alasan coba - coba, terbawa oleh
temannya dan faktor lingkungan. Inilah awal mula untuk menjadi pecandu.
Larangan yang diberikan hanya menyatakan sebatas bahwa rokok itu tidak baik untuk kesehatan,
rokok hanya menghamburkan uang, bahkan pernyataan apabila belum bisa mencari
uang tidak boleh merokok yang terkesan
rokok itu diperbolehkan setelah bisa mencari uang.
Meningkatnya perokok di usia remaja
didukung oleh fokus pemasaran beberapa produk rokok dewasa ini dititik beratkan
pada remaja. Hal ini bertujuan agar kelangsungan pola konsumsi rokok menjadi
lebih lama, rentang usia perokok anak lebih panjang daripada orang dewasa pada
umumnya. Rentang usia perokok yang panjang berbanding lurus dengan jumlah rokok
yang dikonsumsi oleh perokok. Oleh karena itu, keuntungan yang diprediksikan
dari penjualan rokok khusus untuk anak-anak sangatlah besar dibandingkan dengan
penjualan rokok yang diperuntukkan bagi orang dewasa.
Apabila diperhatikan pengaruh iklan baik
di media massa dan elektronik banyak menampilkan gambaran bahwa perokok adalah
lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja terpicu untuk mengikuti
perilaku tersebut dengan memanfaatkan karakteristik remaja, ketidaktahuan
konsumen, dan ketidak berdayaan mereka yang sudah kecanduan merokok.
Karakteristik remaja yang erat dengan keinginan adanya kebebasan, independensi,
dan berontak dari norma – norma dimanfaatkan para pelaku industri rokok dengan
memunculkan slogan – slogan promosi yang mudah tertangkap mata dan telinga
serta menantang. Slogan – slogan tidak hanya gencar dipublikasikan melalui
berbagai media elektronik, cetak, dan luar ruang, tetapi industri rokok pada
saat ini banyak mensponsori setiap event anak muda seperti konser musik dan
olahraga.
Hampir setiap konser musik dan event
olahraga di Jakarta disponsori oleh industri rokok, secara khusus dalam event
tersebut membagikan rokok gratis atau mudah mendapatkanya dengan menukarkan
potongan tiket masuk acara tersebut. Semakin banyak remaja di bawah umur
mengkonsumsi rokok terlihat di lingkungan masyarakat mereka membeli dengan
bebas rokok yang dijual di warung – warung, para remaja dibawah umur tersebut
secara terang – terangan merokok di tempat umur. Rokok sendiri sudah dibatasi tetapi baru
dengan peraturan daerah dengan membatasi kawasan bebas asap rokok, di kemasan
rokok pun sudah ada keterangan efek dari merokok dan informasi akan bahaya
rokok pun sudah tersebar dimana mana baik di lingkungan pendidikan lingkungan
kesehatan dan di tempat umum lainnya, tetapi belum mampu mengatasi jumlah
perokok.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas,
maka dapat di - identifikasi masalahnya sebagai berikut :
1.2.1
Upaya yang dilakukan terhadap
permasalahan merokok masih belum teratasi.
1.2.2 Informasi yang tersebar akan bahaya merokok
sudah ada bahkan tertera di kemasan rokok tersebut tetapi
belum mampu menahan peningkatan
jumlah perokok.
1.2.3 Semakin banyaknya mahasiswa yang terlihat
merokok di Universitas Pamulang dan sudah menjadi pemandangan yang biasa.
1.3
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas,
maka dapat di rumuskan masalahnya sebagai berikut :
1.3.1 Apa saja faktor yang menjadi penyebab
mahasiswa merokok?
1.3.2 Apa saja dampak negative bagi mahasiswa yang
merokok?
1.3.3 Apa saja dampak kita merokok ?
1.3.4 Pengaruh apa penyebab orang itu merokok ?
1.4 Pembatasan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas,
terdapat masalah berikut pembatasan masalahnya :
1.4.1 Pengaruh rokok terhadap kesehatan para mahasiswa.
1.4.2 Kandungan yang terdapat dalam rokok.
1.4.3 Meningkatnya
pemasaran rokok terhadap para mahasiswa di Universitas pamulang.
1.5 Tujuan
Berdasarkan uraian tersebut, ada beberapa
tujuan pengaruh rokok terhadap kesehatan remaja jakarta sebagai berikut :
1.5.1 Agar
para mahasiswa mengetahui dampak akibat dari kebiasaan merokok.
1.5.2 Untuk mengetahui zat-zat berbahaya yang
dikandung dalam rokok.
1.5.3 Untuk
mengetahui bagaimana penyebaran rokok terjadi.
1.6 Manfaat
Berdasarkan uraian tersebut, adapun
manfaat yang terdapat pengaruh rokok terhadap kesehatan remaja jakarta sebagai
berikut :
1.6.1 Bagi
diri sendiri, untuk menambah ilmu pengetahuan tentang bahaya merokok.
1.6.2 Bagi
Lembaga, dapat mempermudah penelitiannya tentang rokok.
1.6.3 Bagi pembaca, dapat mengetahui
betapa berbahayanya mengkonsumsi rokok.
BAB II
KAJIAN TEORI ATAU PENELITIAN
TERDAHULU
2.1 Definisi Pengaruh Rokok Terhadap
Kesehatan
2.1.1 Pengertian rokok
Definisi rokok adalah silinder dari
kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara)
dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah
dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar
asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang
berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa
serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin. Rokok biasanya dijual dalam
bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan
mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan
tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang
memperingatkan perokok akan bahayakesehatan yang
dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung.
2.1.2 Bahan Kimia Yang Terkandung Dalam Rokok
Setiap batang rokok yang dinyalakan
akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan boleh
membawa kematian. Dengan ini setiap hisapan itu menyerupai satu hisapan maut.
Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif (polonium-201) dan
bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia),
ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas
beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut”. Bagaimanapun,
racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida.
Tar mengandung sekurang-kurangnya 60
bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanker (karsinogen). Bahan
seperti benzopyrene yaitu sejenis policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) telah
lama disahkan sebagai penyebab kanker.
Nikotin, seperti najis dadah heroin,
amfetamin dan kokain, bertindak balas di dalam otak dan mempunyai kesan kepada
sistem mesolimbik yang menjadi penyebab utama ketagihan. Nikotin turut menjadi
punca utama risiko serangan penyakit jantung dan
strok. Hampir satu perempat pasien penyakit jantung adalah karena kebiasaan
merokok.
Karbon Monoksida pula adalah gas
beracun yang biasanya dikeluarkan oleh knalpot kendaraan.
Sianida, senyawa kimia yang
mengandung kelompok cyano.
Adapun penjelasan tentang bahan
kimia yang lainnya :
Benzene, juga
dikenal sebagai besol, senyawa kimia organic yang mudah terbakar dan tidak
berwarna.Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif. Methanol
(alcohol kayu), alcohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai
metal alcohol.Asetilena, merupakan senyawa. Acrolein,
zat berbentuk cair tidak berwarna
diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya.
Ammonia, gas yang tidak berwarna,
terdiri dari nitrogen dan hidrogen Memiliki bau yang sangat tajam dan
merangsang. Formic acid,
cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat
lepuh. Hydrogen Cyanide, gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada
rasa, zat ini paling ringan dan mudah terbakar.Nitrous oxide, gas tidak
berwarna dan jika diisap dapat menyebabka hilangnya pertimbangan dan membuat
rasa sakit. Formaldehyde , gas tidak berwarna dan berbau tajamg. Gas ini
bersifat pengawet dan pembasmi hama dan Acetol , zat ini adalah hasil
dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol. Hydrogen Sulfide,
gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym
(zat besi berisi pigmen). Pyridine , cairan tidak berwarna dan berbau
tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
Kimia tak jenuh yang juga merupakan
hidrkarbon alkuna yang paling sederhana. Amonia, dapat ditemukan di mana-mana,
tetapi sangat beraun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu. Formaldehida,
cairan yang sangat beracun yang digunakn untuk mengawetkan. Hydrogen sianida,
racun yang digunakan sebagi fumigant untuk membunuh semut. Zat ini juga
digunakan sebagai zat pembuat plastic dan pestisida. Arsenic, bahan yang
terdapat dala racun tikus.
2.1.3 Pentingnya Kesehatan
Menurut Perkins (1938 : 20)”Sehat adalah
keadaan yang seimbang dan dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai
factor yang mempengaruhinya”([1]).Sedangkan Pengertian Sehat
adalah keadaan yang sempurna dari fisik , mental ,dan social, tidak hanya bebas
dari penyakit atau kelemahan"Health is a state of complete physical,
mental and social well-being and not merely the absence of diseases or
infirmity". Ada tiga komponen penting yang merupakan satu kesatuan
dalam defenisi sehat yaitu: Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti
sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata
bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas
tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruhfungsi fisiologi
tubuh berjalan normal..
White (1977 : 45) mengungkapkan “Sehat
adalah keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan
apapun ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan”([2]).
Menurut Drs. Bambang Marhijanto (2011 : 48)
mengatakan di kamus BHS.”Indonesianya kesehatan merupakan dari kata yang
artinya keadaan badan segera tak terasa apapun”([3]). Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat, yang menjadi kebutuhan dasar derajat kesehatan
masyarakat, salah satu aspeknya adalah “tidak ada anggota keluarga yang
merokok“.
Menurut Paune (1983 : 55) “Sehat
adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri( self care
resources) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri (self care action)
merupakan pengetahuan ketrampilan dan sikap”([4]).
2.2 Penelitian Terdahulu
|
No.
|
Nama / P.Tinggi
|
Judul
|
Hasil
|
|
1.
|
Samrotul
fikriyah/
STIKES RS Baptis Kediri
|
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
Merokok Pada Mahasiswa Laki-Laki Di Asrama Putra
Pengaruh Pendikan
|
terdapat faktor-faktor verifikasi positif yang mempengaruhi
perilaku merokok pada mahasiswa laki-laki yangtinggal di asrama putra STIKES
RS Baptis Kediri, yaitu faktor psikologi.
|
|
2.
4.
|
Puryanto/
STIKES Telogorejo Semarang
Helma
Christy S. Tumigolung/ Universitas Sam Ratulangi
Ambarwati/ Universitas
Muhamadiyah Surakarta
|
Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Tentang Bahaya Rokok
Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan
Siswa Tentang Bahaya Merokok di SMA NEGERI 1 MANADO
Media Leaflet, Video dan Pengetahuan Siswa SD Tentang
Bahaya Merokok
|
Sebagian anak belum
mengetahui dampak rokok bagi kesehatan dan ada berapa anak yang sudah
mengetahui bagaimana dampak rokok bagi kesehatan, Salah satunya dapat
mengganggu pernafasan.
Dalam penelitian ini
adalah 100 siswa SMA Negeri 1 Manado yang telah memenuhi kriteria inklusi dan
kriteria eksklusi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pre test
pengetahuan siswa SD pada kelompok leaflet sebagian besar, yaitu 30 orang
(62,5%) dalam kategori baik dan pada kelompok video sebagian besar, yaitu 33
siswa (68,8%) dalam kategori cukup.
|
BAB III
RUANG LINGKUP DAN METODE
3.1 Ruang Lingkup
Variabel yang diteliti dalam
penelitian ini Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Mahasiswa Universitas
Pamulang. Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester 1 di kelas
01SMJPC. Terdiri dari 15 laki-laki dan 20 perempuan yang kuliah di Universitas
Pamulang Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Tangerang Selatan – Banten. Dari hasil
penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh rokok terhadap kesehatan mahasiswa
Universitas Pamulang .
3.2 Metode Penelitian
Dalam makalah ini, menggunakan metode
penelitian deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam
meneliti setatus sekelompok manusia, suatu obyek, suatu kondisi, suatu
sistempeikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari
penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskipsi, gambaran atau lukisan
secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta
hubungan antar fenomena yang diselidiki.
3.2.1 Deskripsi Data
Berdasarkan
hasil penelitian dengan judul Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Mahasiswa
Universitas Pamulang maka diperoleh data sebagai berikut :
Rokok
adalah cacahan tembakau yang dibungkus dengan kertas yang panjangnya berukuran
70 – 120 mm : Mengetahui = 30%
Tidak tahu = 70%
Tidak tahu = 70%
Kandungan
yang terdapat dalam rokok karbonMonoksida, Nikotin, Tar, Kadmium, Amoniak,
Asam Sianida, Formaldehid, Fenol, Asetol :
Mengetahui = 70%
Tidak tahu = 30%
Mengetahui = 70%
Tidak tahu = 30%
Kandungan
yang ada pada rokok dapat mengganggu kesehatan kandungan rokok dapat
mengganggu kesehatan :
Mengetahui = 60%
Tidak tahu = 40%
Mengetahui = 60%
Tidak tahu = 40%
Bahaya
rokok pada perokok aktif dan perokok pasif :
Mengetahui = 60%
Tidak tahu = 40%
Mengetahui = 60%
Tidak tahu = 40%
Penyakit-penyakit
yang disebabkan rokok gangguan susunan saraf pusat, gangguan pada jantung,
gangguan pembuluh darah, gangguan pada lambung, kebodohan karena penurunan daya
imun, impotensi :
Mengetahui = 70%
Tidak tahu = 30%
Mengetahui = 70%
Tidak tahu = 30%
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum
Universitas Pamulang merupakan salah satu
Universitas yang ada di kota tangerang selatan dan terletak di Jl. Surya
Kencana No.1 Pamulang. Dalam hal ini terdapat gambaran umum tentang pengaruh
rokok terhadap kesehatan mahasiswa universitas pamulang sebagai berikut :
4.1.1 Sikap
siswa terhadap rokok
Sikap adalah suatu bentuk keadaan
psikologis yang tidak begitu saja terbentuk atau pun tetap saja keadaannya.
Tatkalanya sikap berubah sesuai dengan keadaan yang mempengaruhinya. Seperti
yang telah dikemukakan bahwa sikap merupakan respon penilaian yang dapat
berbentuk negatif atau positif. Hal ini berarti bahwa dalam sikap terkandung
adanya rasa suka atau tidak suka terhadap sesuatu sebagai objek sikap. Misalnya
sikap terhadap rokok, dalam hal ini sikap hanya mengandung penilaian setuju
atau tidak setuju, suka atau tidak suka terhadap merokok .
Sikap merupakan reaksi atau
respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek.
Dari batasan-batasan di atas dapat disimpulkan bahwa manifestasi sikap itu tidak
dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari
perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukan konotasi adanya
kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu dalam kehiduppan sehari-hari
merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Menurut
Newcomb, salah satu ahli psikologis sosial, menyatakan bahwa sikap itu
merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan
pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatuu tindakan atau aktivitas,
akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap merupakan
kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu
penghayatan terhadap objek.
Sikap responden terhadap rokok yang meliputi menolak bila ditawari merokok, merokok dapat membuat prestasi di sekolah turun, kalimat yang ada pada tabel peringatan yang terdapat pada rokok, merokok bukan hal yang dapat menunjukan anak yang gaul, merasa tidak nyaman berada disamping orang yang sedang merokok, asap rokok dapat menimbulkan penyakit buat orang disekitar, peraturan tidak bisa merokok disembarang tempat, merokok hanya menghabiskan uang saja, dan merokok bukanlah cara hidup sehat. Sikap responden dikategorikan dalam kategori baik dan kategori kurang.
Sikap responden terhadap rokok yang meliputi menolak bila ditawari merokok, merokok dapat membuat prestasi di sekolah turun, kalimat yang ada pada tabel peringatan yang terdapat pada rokok, merokok bukan hal yang dapat menunjukan anak yang gaul, merasa tidak nyaman berada disamping orang yang sedang merokok, asap rokok dapat menimbulkan penyakit buat orang disekitar, peraturan tidak bisa merokok disembarang tempat, merokok hanya menghabiskan uang saja, dan merokok bukanlah cara hidup sehat. Sikap responden dikategorikan dalam kategori baik dan kategori kurang.
4.1.2 Pengetahuan
tentang dampak rokok bagi kesehatan di Universitas Pamulang.
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan
ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu
dimana penginderaan dapat melalui panca indera manusia, yakni indera
penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba, tetapi sebagian besar
pengetahuan manusia diperoleh melalui mata
Dimana pengetahuan mempunyai enam tingkatan yaitu : tahu (know) adalah tingkat pengetahuan yang paling rendah, disini subjek mengetahui apa itu rokok dan rokok telah dikenal atau dipelajari sebelumnya. Subjek akan dapat menyebutkan, menguraikan ataupun mendefenisikan secara benar apa yang dimaksud dengan rokok, misalnya : seorang mengetahui apa itu rokok, jenis-jenis rokok yang dijual, ataupun menjelaskan rokok itu dari sudut pandangnya. Memahami (comprehension) merupakan tingkat yang lebih tinggi dari tahu, disini subjek memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan rokok secara benar. Aplikasi (application), disini subjek mampu menggunakan pengetahuannya akan rokok dalam kondisi atau situasi yang sesungguhnya, misalnya : seseorang yang telah mengerti akan bahaya asap rokok, dia akan keluar dari ruangan yang penuh dengan asap rokok tersebut guna menjaga kesehatannya. Pada tingkat analisis (analisis), subjek memiliki kemampuan untuk menjabarkan rokok lebih spesifik. Pada tahap ini subjek mulai menganalisis efek-efek dari asap rokok terhadap kesehatan maupun keuntungan dan kerugian dari asap rokok. Sedangkan tingkat sintesis (synthesis), subjek mulai menghubungkan efek-efek dari asap rokok, kandungan di dalam rokok dengan timbulnya penyakit, misalnya : kanker, penyakit jantung maupun PPOK. Akhirnya pada tingkat evaluasi (evaluation), subjek membuat keputusan berdasarkan tahapan pengetahuan terhadap rokok, dimana subjek akan menanggapi rokok secara positif maupun negatif.
Dimana pengetahuan mempunyai enam tingkatan yaitu : tahu (know) adalah tingkat pengetahuan yang paling rendah, disini subjek mengetahui apa itu rokok dan rokok telah dikenal atau dipelajari sebelumnya. Subjek akan dapat menyebutkan, menguraikan ataupun mendefenisikan secara benar apa yang dimaksud dengan rokok, misalnya : seorang mengetahui apa itu rokok, jenis-jenis rokok yang dijual, ataupun menjelaskan rokok itu dari sudut pandangnya. Memahami (comprehension) merupakan tingkat yang lebih tinggi dari tahu, disini subjek memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan rokok secara benar. Aplikasi (application), disini subjek mampu menggunakan pengetahuannya akan rokok dalam kondisi atau situasi yang sesungguhnya, misalnya : seseorang yang telah mengerti akan bahaya asap rokok, dia akan keluar dari ruangan yang penuh dengan asap rokok tersebut guna menjaga kesehatannya. Pada tingkat analisis (analisis), subjek memiliki kemampuan untuk menjabarkan rokok lebih spesifik. Pada tahap ini subjek mulai menganalisis efek-efek dari asap rokok terhadap kesehatan maupun keuntungan dan kerugian dari asap rokok. Sedangkan tingkat sintesis (synthesis), subjek mulai menghubungkan efek-efek dari asap rokok, kandungan di dalam rokok dengan timbulnya penyakit, misalnya : kanker, penyakit jantung maupun PPOK. Akhirnya pada tingkat evaluasi (evaluation), subjek membuat keputusan berdasarkan tahapan pengetahuan terhadap rokok, dimana subjek akan menanggapi rokok secara positif maupun negatif.
Pengetahuan responden yang meliputi
pengertian rokok, kandungan yang terdapat dalam rokok, kandungan dalam rokok
dapat mengganggu kesehatan, bahaya rokok pada perokok aktif dan perokok pasif,
penyakit – penyakit yang disebabkan rokok, merokok dapat memberikan efek
ketergantungan, merokok dapat membahayakan orang-orang disekitar, merokok dapat
menghilangkan stress, merokok mempunyai fungsi yang tidak baik bagi tubuh,
merokok mengganggu fungsi otak yang dikategorikan dalam kategori baik dan
kategori kurang.
4.2 Pembahasan
4.2.1 Beberapa Penyakit Akibat Merokok
4.2.1.1 Penyakit
jantung dan stroke
Satu dari tiga kematian di
dunia berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit
tersebut dapat menyebabkan “sudden death” ( kematian mendadak).
. 4.2.1.2 Kanker paru
Satu dari
sepuluh perokok berat akan menderita penyakit kanker paru. Pada
beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian, karena sulit
dideteksi secara dini. Penyebaran dapat terjadi dengan cepat ke hepar, tulang
dan otak.
4.2.1.3 Kanker mulut
Merokok dapat menyebabkan
kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.
4.2.1.4 Osteoporosis
Karbonmonoksida dalam asap rokok
dapat mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan
kerapuhan tulang sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih
lama untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang
belakang.
4.2.1.5 Katarak
Merokok dapat menyebabkan
gangguan pada mata. Perokok mempunyai risiko 50% lebih tinggi terkena katarak,
bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
4.2.1.6 Psoriasis
Perokok 2-3 kali lebih sering
terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal,
dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh.
4.2.1.7 Kerontokan rambut
Merokok menurunkan sistem
kekebalan, tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti lupus erimatosus yang
menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit
kepala dan tangan.
4.2.1.8 Dampak merokok pada kehamilan
Merokok selama kehamilan
menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan risiko Berat Badan
Lahir Rendah (BBLR). Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering
karena Karbon Monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen.
4.2.1.9.Impotensi
Merokok dapat menyebabkan
penurunan seksual karena aliran darah ke penis berkurang sehingga tidak terjadi
ereksi.
4.2.2 Dampak rokok terhadap diri
sendiri dan orang lain yaitu :
Bagi diri
sendiri : Merokok lebih
banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan bagi tubuh, menimbulkan sugesti kepada diri kita bahwa jika kita tidak merokok mulut
terasa tidak enak dan asam, rasa ingin tahu, semangat untuk belajar, dan berbagai hal positif yang ada
pada diri kita hilang ketika kita menjadi seorang perokok.
Bagi orang lain : Ketika kita sedang merokok, asap rokok kita dapat mengganggu orang lain dan
juga menyebabkan polusi udara, menyebabkan seseorang yang dekat dengan kita menjadi seorang perokok pasif, Jika membuang puntung rokok sembarangan tanpa mematikan terlebih
dahulu sebelumnya, dapat menyebabkan kebakaran,menyebabkan meninpisnya lapisan ozon
4.2.3 Penyebab Pengaruh Rokok
4.2.3.1 Pengaruh Orang tua
Salah satu
temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari
rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan
anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi
perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang
bahagia .
4.2.3.2 Pengaruh teman
Berbagai
fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar
kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari
fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi
terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut
dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi
perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang- kurangnya
satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok .
4.2.3.3 Faktor Kepribadian
Orang
mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari
rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat
kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok)
ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes
konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang
memiliki skor yang rendah).
4.2.3.4 Pengaruh Iklan
Melihat
iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok
adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk
mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut .
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kebiasaan merokok dikalangan mahasiswa amat membahayakan baik
ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta social ekonomi. Dipandang
dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu studinya,
sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai
penyakit ( serangan jantung, gangguan pernafasan, dan sebagainya ). Dari segi
ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang tidak perlu atau memboroskan.
5.2 Saran
Setelah membaca makalah ini,
semoga dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera
meninggalkan kebiasaan merokok, agar kesehatan mereka tidak terganggu dan
terhindar dari penyakit yang dapat mengancam jiwa mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Alberts,B.et al “Biologi
Molekuler Edisi ke dua” Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta 1994.
Atkinson “Pengantar Psikologi” Penerbit Erlangga :
Jakarta 1999.
Azwar, S “Sikap Manusia, Teori Dan Pengukurannya”
Pustaka Pelajar Offset : Yogyakarta 2002.
Bustan, M.N “ Epidemiologi Penyakit
Tidak Menular” Rineka Cipta : Jakarta 2007.
Hurlock, E.B “ Perkembangan Anak” Erlangga : Jakarta 2013.
Sukendro, S “Filosofi Rokok” Pinus Book Publisher”
Erlangga : Yogyakarta 2007.




