• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Sunday, January 24, 2016

PENGARUH ROKOK TERHADAP KESEHATAN MAHASISWA UNIVERSITAS PAMULANG

4:14 PM // by Ridwan // 3 comments

 BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar belakang
Di masa sekarang ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah.
Pada dasarnya merokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan tetapi masyarakat khususnya kaum remaja banyak mengkonsumsi rokok sebagai kebutuhan pokok. Dalam hal ini sepertinya antara rokok dengan masyarakat tidak dapat di pisahkan,padahal mereka mengetahui tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Akan tetapi mereka menganggap remeh akan bahaya merokok. Berbagai pihak sudah sering mengeluhkan ketidak nyamanannya ketika berdekatan dengan orang yang merokok, terbukti bahwa bahaya merokok bukan saja milik perokok tetapi juga berdampak pada orang - orang di sekelilingnya. Saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang aktif merokok namun sudah banyak terlihat anak - anak dengan seragam SMP bahkan SD mulai merokok di kota - kota besar di indonesia termasuk di Universitas Pamulang.
Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya, masalah ini masih sulit diselesaikan hingga saat ini. Berbagai dampak dan bahaya merokok sebenarnya sudah dipublikasikan kepada masyarakat, namun kebiasaan merokok masyarakat masih sulit untuk dihentikan, terbukti dari data WHO pertumbuhan rokok di Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun. Dalam rokok terkandung tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri komponen gas (85%) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin,4-etilkatekol, ortokresol, dan perylene adalah sebagian dari beribu ribu zat di dalam rokok.Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi daripada para perokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru mengancam para perokok, baik perokok aktif  maupun pasif.
Rokok merambah di semua lapisan masyarakat, kaya atau miskin, tua atau muda, mulai dari orang dewasa hingga generasi muda dan pelajar. Padahal dalam bisnis rokok yang sebenarnya rokok diciptakan hanya untuk kalangan dewasa yang memilih untuk merokok ataupun tidak. Tetapi dalam realitas sesungguhnya rokok tidak hanya digemari oleh kalangan dewasa tetapi juga oleh kalangan mahasiswa bahkan anak-anak. Yang lebih memprihatinkan para mahasiswa ini dapat secara cepat menjadi tergantung kepada rokok, dan mereka akan semakin menyukai rokok..  Para perokok pemula biasanya merokok di usia remaja dengan alasan coba - coba, terbawa oleh temannya dan faktor lingkungan. Inilah awal mula untuk menjadi pecandu. Larangan yang diberikan hanya menyatakan sebatas  bahwa rokok itu tidak baik untuk kesehatan, rokok hanya menghamburkan uang, bahkan pernyataan apabila belum bisa mencari uang tidak boleh merokok yang  terkesan rokok itu diperbolehkan setelah bisa mencari uang.
Meningkatnya perokok di usia remaja didukung oleh fokus pemasaran beberapa produk rokok dewasa ini dititik beratkan pada remaja. Hal ini bertujuan agar kelangsungan pola konsumsi rokok menjadi lebih lama, rentang usia perokok anak lebih panjang daripada orang dewasa pada umumnya. Rentang usia perokok yang panjang berbanding lurus dengan jumlah rokok yang dikonsumsi oleh perokok. Oleh karena itu, keuntungan yang diprediksikan dari penjualan rokok khusus untuk anak-anak sangatlah besar dibandingkan dengan penjualan rokok yang diperuntukkan bagi orang dewasa.
Apabila diperhatikan pengaruh iklan baik di media massa dan elektronik banyak menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja terpicu untuk mengikuti perilaku tersebut dengan memanfaatkan karakteristik remaja, ketidaktahuan konsumen, dan ketidak berdayaan mereka yang sudah kecanduan merokok. Karakteristik remaja yang erat dengan keinginan adanya kebebasan, independensi, dan berontak dari norma – norma dimanfaatkan para pelaku industri rokok dengan memunculkan slogan – slogan promosi yang mudah tertangkap mata dan telinga serta menantang. Slogan – slogan tidak hanya gencar dipublikasikan melalui berbagai media elektronik, cetak, dan luar ruang, tetapi industri rokok pada saat ini banyak mensponsori setiap event anak muda seperti konser musik dan olahraga.
Hampir setiap konser musik dan event olahraga di Jakarta disponsori oleh industri rokok, secara khusus dalam event tersebut membagikan rokok gratis atau mudah mendapatkanya dengan menukarkan potongan tiket masuk acara tersebut. Semakin banyak remaja di bawah umur mengkonsumsi rokok terlihat di lingkungan masyarakat mereka membeli dengan bebas rokok yang dijual di warung – warung, para remaja dibawah umur tersebut secara terang – terangan merokok di tempat umur.  Rokok sendiri sudah dibatasi tetapi baru dengan peraturan daerah dengan membatasi kawasan bebas asap rokok, di kemasan rokok pun sudah ada keterangan efek dari merokok dan informasi akan bahaya rokok pun sudah tersebar dimana mana baik di lingkungan pendidikan lingkungan kesehatan dan di tempat umum lainnya, tetapi belum mampu mengatasi jumlah perokok.

1.2       Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat di - identifikasi masalahnya sebagai berikut :
1.2.1   Upaya yang dilakukan terhadap permasalahan merokok masih belum teratasi.
1.2.2    Informasi yang tersebar akan bahaya merokok sudah ada bahkan                                            tertera di kemasan rokok tersebut tetapi belum mampu menahan      peningkatan jumlah perokok.
1.2.3   Semakin banyaknya mahasiswa yang terlihat merokok di Universitas Pamulang dan sudah menjadi pemandangan yang biasa.
1.3       Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat di rumuskan masalahnya sebagai berikut :
1.3.1    Apa saja faktor yang menjadi penyebab mahasiswa merokok?
1.3.2    Apa saja dampak negative bagi mahasiswa yang merokok?
1.3.3    Apa saja dampak kita merokok ?
1.3.4    Pengaruh apa penyebab orang itu merokok ?
1.4       Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, terdapat masalah berikut pembatasan masalahnya  :
1.4.1    Pengaruh rokok terhadap kesehatan para mahasiswa.
1.4.2    Kandungan yang terdapat dalam rokok.
1.4.3    Meningkatnya pemasaran rokok terhadap para mahasiswa di Universitas pamulang.
1.5       Tujuan
Berdasarkan uraian tersebut, ada beberapa tujuan pengaruh rokok terhadap kesehatan remaja jakarta sebagai berikut :
1.5.1    Agar para mahasiswa mengetahui dampak akibat dari kebiasaan merokok.
1.5.2    Untuk mengetahui zat-zat berbahaya yang dikandung dalam rokok.
1.5.3    Untuk mengetahui bagaimana penyebaran rokok terjadi.
1.6       Manfaat
Berdasarkan uraian tersebut, adapun manfaat yang terdapat pengaruh rokok terhadap kesehatan remaja jakarta sebagai berikut :
1.6.1    Bagi diri sendiri, untuk menambah ilmu pengetahuan tentang bahaya merokok.
1.6.2    Bagi Lembaga, dapat mempermudah penelitiannya tentang rokok.
1.6.3     Bagi pembaca, dapat mengetahui betapa berbahayanya mengkonsumsi rokok.
















BAB II
KAJIAN TEORI ATAU PENELITIAN TERDAHULU
2.1       Definisi Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan
            2.1.1    Pengertian rokok
Definisi rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahayakesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung.
            2.1.2    Bahan Kimia Yang Terkandung Dalam Rokok
Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan boleh membawa kematian. Dengan ini setiap hisapan itu menyerupai satu hisapan maut. Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut”. Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida.
Tar mengandung sekurang-kurangnya 60 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanker (karsinogen). Bahan seperti benzopyrene yaitu sejenis policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) telah lama disahkan sebagai penyebab kanker.
Nikotin, seperti najis dadah heroin, amfetamin dan kokain, bertindak balas di dalam otak dan mempunyai kesan kepada sistem mesolimbik yang menjadi penyebab utama ketagihan. Nikotin turut menjadi punca utama risiko serangan penyakit jantung dan strok. Hampir satu perempat pasien penyakit jantung adalah karena kebiasaan merokok.
Karbon Monoksida pula adalah gas beracun yang biasanya dikeluarkan oleh knalpot kendaraan.
Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
Adapun penjelasan tentang bahan kimia yang lainnya :
Benzene, juga dikenal sebagai besol, senyawa kimia organic yang mudah terbakar dan tidak berwarna.Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif. Methanol (alcohol kayu), alcohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metal alcohol.Asetilena, merupakan senyawa. Acrolein,  zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil  cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Ammonia,  gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Formic acid, cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh. Hydrogen Cyanide, gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa, zat ini paling ringan dan mudah terbakar.Nitrous oxide, gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabka hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Formaldehyde , gas tidak berwarna dan berbau tajamg. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama dan Acetol , zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol. Hydrogen Sulfide, gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen). Pyridine , cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.




Kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrkarbon alkuna yang paling sederhana. Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beraun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu. Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakn untuk mengawetkan. Hydrogen sianida, racun yang digunakan sebagi fumigant untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastic dan pestisida. Arsenic, bahan yang terdapat dala racun tikus.
2.1.3    Pentingnya Kesehatan
Menurut Perkins (1938 : 20)”Sehat adalah keadaan yang seimbang dan dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai factor yang mempengaruhinya”([1]).Sedangkan Pengertian Sehat adalah keadaan yang sempurna dari fisik , mental ,dan social, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan"Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity".  Ada tiga komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam defenisi sehat yaitu: Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruhfungsi fisiologi tubuh berjalan normal..


White (1977 : 45) mengungkapkan “Sehat adalah keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan apapun ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan”([2]).
Menurut Drs. Bambang Marhijanto (2011 : 48) mengatakan di kamus BHS.”Indonesianya kesehatan merupakan dari kata yang artinya keadaan badan segera tak terasa apapun”([3]). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yang menjadi kebutuhan dasar derajat kesehatan masyarakat, salah satu aspeknya adalah “tidak ada anggota keluarga yang merokok“.
Menurut  Paune (1983 : 55) “Sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri( self care resources) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri (self care action) merupakan pengetahuan ketrampilan dan sikap”([4]).


2.2       Penelitian Terdahulu

No.
Nama / P.Tinggi
Judul
Hasil
1.








Samrotul fikriyah/
STIKES RS Baptis Kediri







 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-Laki Di Asrama Putra
Pengaruh Pendikan
terdapat faktor-faktor verifikasi positif yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa laki-laki yangtinggal di asrama putra STIKES RS Baptis Kediri, yaitu faktor psikologi.

2.














 

3.
















4.
Puryanto/
STIKES Telogorejo Semarang









Helma Christy S. Tumigolung/ Universitas Sam Ratulangi


Ambarwati/ Universitas Muhamadiyah Surakarta
Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Tentang Bahaya Rokok





Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Bahaya Merokok di SMA NEGERI 1 MANADO
Media Leaflet, Video dan Pengetahuan Siswa SD Tentang Bahaya Merokok
Sebagian anak belum mengetahui dampak rokok bagi kesehatan dan ada berapa anak yang sudah mengetahui bagaimana dampak rokok bagi kesehatan, Salah satunya dapat mengganggu pernafasan.
Dalam penelitian ini adalah 100 siswa SMA Negeri 1 Manado yang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pre test pengetahuan siswa SD pada kelompok leaflet sebagian besar, yaitu 30 orang (62,5%) dalam kategori baik dan pada kelompok video sebagian besar, yaitu 33 siswa (68,8%) dalam kategori cukup.



                         
BAB III
RUANG LINGKUP DAN METODE
3.1       Ruang Lingkup
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Mahasiswa Universitas Pamulang. Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester 1 di kelas 01SMJPC. Terdiri dari 15 laki-laki dan 20 perempuan yang kuliah di Universitas Pamulang Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Tangerang Selatan – Banten. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh rokok terhadap kesehatan mahasiswa Universitas Pamulang .
3.2       Metode Penelitian
Dalam makalah ini, menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti setatus sekelompok manusia, suatu obyek, suatu kondisi, suatu sistempeikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskipsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.
           
            3.2.1  Deskripsi Data 
                                    Berdasarkan hasil penelitian dengan judul Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Mahasiswa Universitas Pamulang maka diperoleh data sebagai berikut :                  
                                    Rokok adalah cacahan tembakau yang dibungkus dengan kertas yang panjangnya berukuran 70 – 120 mm :                                                    Mengetahui = 30%
Tidak tahu = 70%
                                 Kandungan yang terdapat dalam rokok karbonMonoksida, Nikotin, Tar, Kadmium, Amoniak, Asam Sianida, Formaldehid, Fenol, Asetol :
Mengetahui = 70%
Tidak tahu = 30%
                                 Kandungan yang ada pada rokok dapat mengganggu kesehatan kandungan rokok dapat mengganggu kesehatan :
Mengetahui = 60%
Tidak tahu = 40%
                                 Bahaya rokok pada perokok aktif dan perokok pasif :
Mengetahui = 60%
Tidak tahu = 40%
                                 Penyakit-penyakit yang disebabkan rokok gangguan susunan saraf pusat, gangguan pada jantung, gangguan pembuluh darah, gangguan pada lambung, kebodohan karena penurunan daya imun, impotensi :
Mengetahui = 70%
Tidak tahu = 30%













BAB IV
PEMBAHASAN
4.1     Gambaran Umum
Universitas Pamulang merupakan salah satu Universitas yang ada di kota tangerang selatan dan terletak di Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang. Dalam hal ini terdapat gambaran umum tentang pengaruh rokok terhadap kesehatan mahasiswa universitas pamulang sebagai berikut :
          4.1.1       Sikap siswa terhadap rokok
               Sikap adalah suatu bentuk keadaan psikologis yang tidak begitu saja terbentuk atau pun tetap saja keadaannya. Tatkalanya sikap berubah sesuai dengan keadaan yang mempengaruhinya. Seperti yang telah dikemukakan bahwa sikap merupakan respon penilaian yang dapat berbentuk negatif atau positif. Hal ini berarti bahwa dalam sikap terkandung adanya rasa suka atau tidak suka terhadap sesuatu sebagai objek sikap. Misalnya sikap terhadap rokok, dalam hal ini sikap hanya mengandung penilaian setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka terhadap merokok .
               Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Dari batasan-batasan di atas dapat disimpulkan bahwa manifestasi sikap itu tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu dalam kehiduppan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Menurut Newcomb, salah satu ahli psikologis sosial, menyatakan bahwa sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatuu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek.
Sikap responden terhadap rokok yang meliputi menolak bila ditawari merokok, merokok dapat membuat prestasi di sekolah turun, kalimat yang ada pada tabel peringatan yang terdapat pada rokok, merokok bukan hal yang dapat menunjukan anak yang gaul, merasa tidak nyaman berada disamping orang yang sedang merokok, asap rokok dapat menimbulkan penyakit buat orang disekitar, peraturan tidak bisa merokok disembarang tempat, merokok hanya menghabiskan uang saja, dan merokok bukanlah cara hidup sehat. Sikap responden dikategorikan dalam kategori baik dan kategori kurang.
4.1.2    Pengetahuan tentang dampak rokok bagi kesehatan di Universitas Pamulang.
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu dimana penginderaan dapat melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba, tetapi sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata
Dimana pengetahuan mempunyai enam tingkatan yaitu : tahu (know) adalah tingkat pengetahuan yang paling rendah, disini subjek mengetahui apa itu rokok dan rokok telah dikenal atau dipelajari sebelumnya. Subjek akan dapat menyebutkan, menguraikan ataupun mendefenisikan secara benar apa yang dimaksud dengan rokok, misalnya : seorang mengetahui apa itu rokok, jenis-jenis rokok yang dijual, ataupun menjelaskan rokok itu dari sudut pandangnya. Memahami (comprehension) merupakan tingkat yang lebih tinggi dari tahu, disini subjek memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan rokok secara benar. Aplikasi (application), disini subjek mampu menggunakan pengetahuannya akan rokok dalam kondisi atau situasi yang sesungguhnya, misalnya : seseorang yang telah mengerti akan bahaya asap rokok, dia akan keluar dari ruangan yang penuh dengan asap rokok tersebut guna menjaga kesehatannya. Pada tingkat analisis (analisis), subjek memiliki kemampuan untuk menjabarkan rokok lebih spesifik. Pada tahap ini subjek mulai menganalisis efek-efek dari asap rokok terhadap kesehatan maupun keuntungan dan kerugian dari asap rokok. Sedangkan tingkat sintesis (synthesis), subjek mulai menghubungkan efek-efek dari asap rokok, kandungan di dalam rokok dengan timbulnya penyakit, misalnya : kanker, penyakit jantung maupun PPOK. Akhirnya pada tingkat evaluasi (evaluation), subjek membuat keputusan berdasarkan tahapan pengetahuan terhadap rokok, dimana subjek akan menanggapi rokok secara positif maupun negatif.
Pengetahuan responden yang meliputi pengertian rokok, kandungan yang terdapat dalam rokok, kandungan dalam rokok dapat mengganggu kesehatan, bahaya rokok pada perokok aktif dan perokok pasif, penyakit – penyakit yang disebabkan rokok, merokok dapat memberikan efek ketergantungan, merokok dapat membahayakan orang-orang disekitar, merokok dapat menghilangkan stress, merokok mempunyai fungsi yang tidak baik bagi tubuh, merokok mengganggu fungsi otak yang dikategorikan dalam kategori baik dan kategori kurang.
4.2     Pembahasan
          4.2.1       Beberapa Penyakit Akibat Merokok
                        4.2.1.1 Penyakit jantung dan stroke
Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan “sudden death” ( kematian mendadak).
.                             4.2.1.2 Kanker paru
Satu dari sepuluh perokok berat akan menderita penyakit kanker paru. Pada beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian, karena sulit dideteksi secara dini. Penyebaran dapat terjadi dengan cepat ke hepar, tulang dan otak.
4.2.1.3 Kanker mulut
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.
4.2.1.4 Osteoporosis
Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang belakang.
4.2.1.5 Katarak
Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok mempunyai risiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

4.2.1.6 Psoriasis
Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh.
4.2.1.7 Kerontokan rambut
Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan tangan.
4.2.1.8 Dampak merokok pada kehamilan
Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena Karbon Monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen.
4.2.1.9.Impotensi
Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.
           
4.2.2    Dampak rokok terhadap diri sendiri dan orang lain yaitu :
Bagi diri sendiri : Merokok lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan bagi tubuh, menimbulkan sugesti kepada diri kita bahwa jika kita tidak merokok mulut terasa tidak enak dan asam, rasa ingin tahu, semangat untuk belajar, dan berbagai hal positif yang ada pada diri kita hilang ketika kita menjadi seorang perokok.
Bagi orang lain : Ketika kita sedang merokok, asap rokok kita dapat mengganggu orang lain dan juga menyebabkan polusi udara, menyebabkan seseorang yang dekat dengan kita menjadi seorang perokok pasif,  Jika membuang puntung rokok sembarangan tanpa mematikan terlebih dahulu sebelumnya, dapat menyebabkan kebakaran,menyebabkan meninpisnya lapisan ozon
4.2.3    Penyebab Pengaruh Rokok 
4.2.3.1 Pengaruh Orang tua
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia .
4.2.3.2  Pengaruh teman
Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang- kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok .
4.2.3.3 Faktor Kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah).
4.2.3.4  Pengaruh Iklan
Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut .
BAB V
PENUTUP
5.1     Kesimpulan
               Kebiasaan merokok dikalangan mahasiswa amat membahayakan baik ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta social ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu studinya, sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai penyakit ( serangan jantung, gangguan pernafasan, dan sebagainya ). Dari segi ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang tidak perlu atau memboroskan.
5.2     Saran
               Setelah membaca makalah ini, semoga dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokok, agar kesehatan mereka tidak terganggu dan terhindar dari penyakit yang dapat mengancam jiwa mereka.




DAFTAR PUSTAKA
Alberts,B.et al “Biologi Molekuler Edisi ke dua” Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta 1994.
Atkinson “Pengantar Psikologi” Penerbit Erlangga : Jakarta 1999.

Azwar, S “Sikap Manusia, Teori Dan Pengukurannya” Pustaka Pelajar Offset : Yogyakarta 2002.
Bustan, M.N “ Epidemiologi Penyakit Tidak Menular” Rineka Cipta : Jakarta 2007.
Hurlock, E.B “ Perkembangan Anak”  Erlangga : Jakarta 2013.
Sukendro, S “Filosofi Rokok” Pinus Book Publisher” Erlangga : Yogyakarta 2007.





[1] Perkins 1938 “Bahaya Rokok “ PT Gramedia Pustaka Utama – Jakarta hal: 20
[2] White “opcit” hal : 45

[3] Drs bambang Marthijanto”opcit” hal : 48

[4] Paune “opcit” hal : 55

3 comments:

  1. Izin share buat tugas kuliah ya kak🙏

    ReplyDelete
  2. Fallout 76 Black Titanium - Titanium Art
    Fallout 76 Black Titanium. Developer: Bethesda titanium bicycle Soft. Graphics: nano titanium Tom Phillips. System: revlon hair dryer brush titanium Windows PC; Ripped aftershokz trekz titanium by: titanium camping cookware TPC.

    ReplyDelete